Perempuan berpayung di Nara

 

Tidak tahu mau ke mana, tidak bisa membaca petunjuk arah dalam huruf kanji Jepang, tidak ada orang disekitar untuk bertanya, saya berada di desa terpencil di Nara Prefecture. Lost in translation.

Perempuan memakai payung itu sepertinya pasti dalam mengambil langkah. Dia mulai menaiki tangga di pedalaman sebuah desa kecil yang berjarak kurang lebih satu jam dengan kereta dari kota Nara. Saya tidak tahu mau ke mana dan tidak bisa membaca satu huruf kanji-pun yang mungkin bisa menjadi petunjuk arah. Udara mulai dingin dengan turun hujan rintik-rintik. Perempuan memakai payung itu satu-satunya orang yang ada di sekitar, saya putuskan untuk mengikutinya. Tidak ada pilihan lain.

nara jepang japan kuil temple travel payung umbrella wood hutan
Dia tahu kemana harus berjalan

Tangga pertama dilanjutkan dengan anak tangga berikutnya, saya tidak tahu ke arah mana dia akan berjalan. Mungkin tangga ini menuju hutan di depan. Mungkin.

nara jepang japan kuil temple travel payung umbrella wood hutan
Hei ada kuil di depan

Saya mencoba menyusul perempuan memakai payung tersebut, tapi banyaknya anak tangga, hujan dan dingin membuat susah untuk mengejarnya. Hutan yang saya duga sebelumnya ternyata halaman sebuah kuil kecil. Kuil yang lenggang, bersih, dengan taman yang indah tertata rapi. Damai sekali, sepi, hanya saya bersama perempuan memakai payung, gerimis juga dingin.

nara jepang japan kuil temple travel payung umbrella wood hutan
Indah dan damai

Hei, di mana perempuan yang memakai payung tadi? Dia berdiri di depan sebuah bangunan dengan banyak tulisan kanji yang mungkin berisi informasi jadwal ibadah, nama para pengurus, ketentuan kuil lainnya. Mungkin dia sedang membacanya.

nara jepang japan kuil temple travel payung umbrella wood hutan
Berhenti sejenak sebelum berjalan kembali melewati jembatan merah

Gerimis mulai berubah jadi hujan yang lebih lebat, perempuan yang memakai payung tersebut segera berjalan ke arah lain, saya yang sedang mengagumi kuil kecil itu segera mengejarnya. Agak tertinggal sampai saya lihat dia berbelok ke arah jembatan besi berwarna merah dan berhenti di tengahnya untuk beberapa saat sebelum kemudian melangkah lagi, dia menyusuri sungai yang mengarah ke sebuah jembatan kayu yang lebih kecil. Kita semakin masuk ke dalam hutan. Ya ampun damai sekali di sini, di tengah hutan kecil, di sisi sungai yang saya tidak tahu namanya. Antah berantah.

nara jepang japan kuil temple travel payung umbrella wood hutan
Perempuan memakai payung

Saya terus mengikuti perempuan memakai payung tersebut. Si penunjuk jalan.

Sungai kecil yang cantik
Sungai kecil yang cantik

Kabut makin tebal meski hujan hampir reda. Mungkin perempuan memakai payung itu bisa menunjukan jalan pulang.

nara jepang japan kuil temple travel payung umbrella wood hutan
Kabut makin tebal

Kabut makin tebal, hari makin sore, suhu makin dingin, semoga jalan pulang tidak jauh.

Nara Prefecture.

tags: nara, jepang, japan, spring, shrine, old village, get lost, umbrella, payung, ancient, story, nikon, travel, photography, best, must, see, river, sungai, red, bridge, rain

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s