Trip ke Jepang pada musim semi 2015 – Tiba di KIX dan menuju Nagoya.

Please use Google translate if you want to read in other languages.

osaka kix japan jepang kansai airasia eva jilbab hijab tourist map travel traveling biaya fare backpacker murah spring musim semi
Tiba di KIX, Kansai, Osaka.

Nagoya adalah kota pertama yang kami kunjungi untuk menginap setelah mendarat di Kansai International Airport (KIX) di Osaka. Kami berangkat dari Kuala Lumpur menggunakan Airasia tengah malam dan tiba di KIX pada pagi hari, sekitar pukul 8. Setiba di KIX, dengan cuaca yang cukup dingin sekitar 15 derajat Celcius, kami bergegas menuju stasiun JR (Japan Railroad) yang terintegrasi dengan KIX, untuk menuju Osaka Umeda, dimana bis kami Willer Express sudah terjadwal berangkat menuju Nagoya pukul 11. Kereta JR yang kami tumpangi mirip sekali dengan komuter (KRL) di Jakarta, hanya beda dalam signage dan kebersihan. Oya berbeda juga dalam ketepatan waktu.

Perjalanan menuju Osaka hanya memakan waktu tidak sampai 1 jam. Setiba di Osaka stasiun kami mencari lokasi gedung dimana Willer Expres “ngetem”. Sangat mudah menemukannya diantara gedung-gedung tinggi disana. Setelah menitipkan tas, karena datang lebih awal, kami berjalan-jalan sekitar lokasi mencoba mencari makan pagi yang sudah menjelang siang. Rupanya lokasi kami berada dipusat bisnis Osaka, banyak tempat makan yang harga menunya membuat saya berpikir dua kali untuk membelinya, mahal sekali. Akhirnya saya melupakan sarapan pagi karena sebentar lagi bis kami berangkat.

tags: JR KIX Kansai bandara airport Osaka willer expres bis nagoya travel trip aisasia krl komuter kereta bersih tepat nagoya hotel jepang japan view travel traveling murah backpacker biru sky blue sore cold spring semi yen bis info traveling osaka kix airasia april maret agoda willer kansai airport bandara eva jilbab hijab waktu biaya perjalanan

osaka kix japan jepang kansai airasia eva jilbab hijab tourist map travel traveling biaya fare backpacker murah spring musim semi ruang tunggu willer expres bis osaka bersih rapi japan jepang osaka eva travel jilb hijab semi spring
Ruang tunggu Willer Expres, Osaka.

Willer expres ini sangat menarik, petugas registrasinya seorang perempuan, jauh dari kesan seorang petugas tiket bis seperti yang kita biasa lihat di Indonesia. Sangat rapih, bersih, sopan. Dan yang lebih membuat kami takjub adalah, ketika bis berangkat sang petugas ini pula yang mengatur parkir bis dan keberangkatan sampai di jalan umum dan membungkuk memberi penghormatan ala Jepang ketika bis kami sudah meluncur di jalan. Wowwww… keren.

Dalam perjalanan menuju Nagoya.

Perjalanan dari Osaka menuju Umeda dengan bis melewati daerah-daerah perbukitan yang masih tertutup kabut, mirip seperti lukisan-lukisan China atau Jepang yang sering kami lihat. Indah dan bersih. Bis kami diperlengkapi juga dengan Free Wifi, hanya karena dalam huruf Jepang, sulit untuk mencari tahu, bagaimana agar bisa terkoneksi. Tapi hikmahnya, lupakan internet, nikmati pemandangan diluar yang sangat indah.

Bis kami berhenti satu kali disuatu tempat untuk beristirahat, ke toilet dan mencari makanan. Disini dimulainya Eva panik melihat bagaimana lucu-lucunya tampilan kudapan di Jepang. Tapi saya akui juga, memang lucu, terancang dengan baik. Akhirnya kami beli satu kue yang kami anggap halal. Saya lupa namanya, lebih tepat tidak tahu namanya karena ditulis dalam bahasa jepang, rasanya enak. Setelah beberapa saat bis kami berjalan kembali, meneruskan perjalanan.

Tiba di Nagoya sekitar pukul 1 siang. Kami bergegas mencari bis menuju penginapan kami, yang ternyata agak sulit karena minimnya tulisan dalam latin yang kami pahami. Terpaksa mengira-ngira, hingga akhirnya saya memutuskan untuk bertanya kepada orang yang ada disekitar kita. Respon dari orang yang kami tanya sangat mengejutkan, dia mengambil smartphonenya, kemudian membuka maps dan mencari lokasi hotel kami. Dengan bahasa isyarat dia kemudian menjelaskan bahwa kita harus naik 1 kali bis dalam kota untuk mencapainya. Menakjubkan, mereka mau bersusah payah untuk membantu kami. Dan hal ini ternyata menjadi karakter orang Jepang, sangat menolong, walau mungkin mereka tidak tahu tujuan yang kami tanyakan, tapi mereka mau bersusah payah mencari tahu dan membantu. Terharu.

nagoya hotel jepang japan view travel traveling murah backpacker biru sky blue sore cold spring semi
Pemandangan dari kamar hotel kami.

Akhirnya kami naik bis yang menuju lokasi hotel kami. Bis di Jepang sangat menghargai keselamatan penumpang. Salah satu yang saya perhatikan adalah, ketika berhenti mengambil penumpang bis akan miring kekiri, sehingga memudahkan orang untuk naik. Supir bis selalu mengucapkan terimakasih, dalam bahasa Jepang tentunya, setiap ada penumpang yang turun. Disetiap halte, penumpang tidak diburu-buru untuk segera turun, beda sekali dengan kopaja di Jakarta. Sangat manusiawi, aman dan nyaman. Satu lagi perbedaannya, harga tiket bis di Jepang sangat mahal, untuk jarak sekitar 8 km, ongkosnya 25 ribu rupiah. Akhirnya kami tiba di hotel kami, meskipun sempat salah turun dan harus jalan sekitar 1 km dengan membawa troli kami. Alhamdulilah, saya mau kopi.

tags: JR KIX Kansai bandara airport Osaka willer expres bis nagoya travel trip aisasia krl komuter kereta bersih tepat nagoya hotel jepang japan view travel traveling murah backpacker biru sky blue sore cold spring semi yen bis info traveling osaka kix airasia april maret agoda willer kansai airport bandara eva jilbab hijab waktu biaya perjalanan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s